Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Antisipasinya

Infarm
16 April 2026
.
Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Antisipasinya
3322
.

Pemanasan Global telah menjadi isu lingkungan yang terus diperbincangkan hingga saat ini. Hal ini sejalan dengan maraknya kegiatan alih fungsi lahan yang membuat suhu dibumi semakin meningkat.

Pada dasarnya bumi menjadi tempat  untuk berbagai makhluk hidup yang ada di dunia, termasuk manusia. Namun, semakin hari bumi semakin memanas akibat pemanasan global. Hal ini harus dilakukan perubahan secara bersama-sama, agar kondisi di bumi bisa stabil.

Baca Juga: 3 Akibat Jika Tanaman Kekurangan Sinar Matahari

Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global adalah suatu proses naiknya suhu rata-rata di atmosfer, laut, daratan dibumi. Hal ini menjadi tanda ketidakseimbangan ekosistem dibumi, yang dipicu oleh kegiatan serakah manusia dengan penggunaan bahan fosil atau alih guna lahan.

Akibat dari pemanasan global yaitu mengahasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak diatmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2) sehingga suhu dibumi akan meningkat atau panas.

Baca Juga: Tanah Vulkanik, Tanah Paling Subur Buat Tanaman?

Penyebab Pemanasan Global

Pemanasan global terjadi karena adanya kegiatan manusia yang berpengaruh terhadap peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Masih banyak masyarakat yang belum sadar kalau aktivitasnya bisa menghasilkan emisi karbon dan menyebabkan terjadinya pemanasan global. Berikut ini kegiatan yang dapat menimbulkan terjadinya pemanasan global.

1. Efek Rumah Kaca
Pada dasarnya sumber energy yang ada dibumi  berasal dari matahari. Saat energy tersebut sampai dibumi, maka cahayanya akan berubah menjadi panas yang menghangatkan bumi. Sehingga permukaan bumi akan menyerap sebagain panas dan memantulkan kembali sisanya.
 
Sebagian panas ini dapat berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Sedangkan sebagian panasnya tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.
 
Gas-gas tersebut akan menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi, sehingga panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan di bumi terus meningkat.
 
2. Industri Pabrik
Berdirinya pabrik-pabrik memang berdampak baik untuk sosial ekonomi masyarakat. Namun, dilain sisi ini juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Industri pabrik menjadi salah satu penghasil karbon terbesar, sehingga menyebabkan pencemaran udara yang berasal dari asapnya.
 
Asap-asap dari pabrik mengandung zat polutan yang sangat berbahaya, seperti hidrokarbon dan karbon monoksida yang dapat membahayakan kesehatan alam dan makhluk hidup. Selain itu, asap yang dihasilkan dari pabrik juga dapat mengakibatkan polusi udara, sehingga memicu terjadinya pemanasan global.
 
3. Efek Umpan Balik
Pemanasan global dapat dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik, hal ini seperti pengupan pada air. Misalnya pada pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer.
 
Pada asalnya uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.
 
4. Polusi Perternakan dan Pertanian
Salah satu hal yang jarang disadari oleh masyarakat tentang penyebab pemanasan global ialah sector perternakan dan pertanian. Hal ini karena, kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas metana yang mempunyai kadar tinggi yang dapat mengurangi kadar oksigen pada atmosfer Bumi sampai 19,5%.
 
Gas itu berasal dari pakan ternak, kotoran hewan ternak, emisi gas rumah kaca oleh pabrik pupuk kimia dan organik serta semua kegiatan dalam sektor ini yang menghasilkan gas metana serta emisi gas CO2.
 
Untuk mengurangi emisi gas metana yang diproduksi oleh hewan ternak, kita bisa langsung memanfaatkan kotorannya. Hal ini bisa dimanfaatkna sebagai pupuk organik yang dapat diberikan ke tanaman.
 

Dampak Pemanasan Global

Menipisnya lapisan ozon akan menyebabkan terjadinya pemanasan global. Dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global sangat berbahaya bagi kehidupan. Berikut beberapa dampak yang ditimbulkan dalam pemanasan global:

1. Suhu Bumi akan semakin meningkat, akibatnya kutub es di kutub mencair dan berdampak pada kenaikan volume air laut.
2. Lapisan ozon (atom oksigen pada atmosfer) menipis. Sementara, dia memiliki fungsi mengatur dan menyerap sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi, menjaga kestabilan suhu Bumi, dan melindungi dari benda-benda langit yang jatuh ke Bumi.
3. Mempengaruhi kesehatan makhluk hidup.
4. Menyebabkan punahnya sejumlah spesies hewan serta tumbuhan.
5. Mengakibatkan hilangnya terumbu karang.
6. Dengan timbulnya kenaikan permukaan air laut, tepi pantai menjadi tidak layak huni.
7. Terjadinya perubahan iklim yang ekstrem di berbagai wilayah di Bumi. Cuaca bisa sangat sulit diduga, bisa sangat panas atau sangat dingin.
8. Iklim menjadi tidak stabil, sehingga menyebabkan terganggunya hasil panen.

Baca Juga: 7 Penyebab Tanaman Tidak Berbuah dan Cara Mengatasinya

Cara Antisipasi Pemanasan Global

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi pemanasan global pada kehidupan ini, diantaranya:

1. Menjaga kelestarian lingkungan seperti melakukan reboisasi, penenaman pohon dan penghijauan lahan kritis.
2. Menggunakan energi yang berasal dari energi alternatif (Energi air, matahari, angin, bioenergy), ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan energi bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara).
3. Daur ulang sampah.
4. Menghemat Penggunaan listrik.
 
Dapatkan update artikel pilhan dan sharing tanaman setiap hari dari Infarm.id. Mari bergabung di Grup Komunitas Telegram “Berkebun Bersama Infarm”, caranya klik link https://t.me/berkebunbersamainfarm, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dahulu di ponsel.

Artikel Trending